Senin, 09 Juni 2014

Sajak Untuk Bangsa


Setiap saat, setiap waktu kita melihat, mendengar, dan merasakan 
Partai-partai besar yang tokohnya terseret kasus korupsi
Mulut-mulut mereka bicara tentang rakyat
Tapi mulut-mulut mereka bau karena makan  uang haram
Oh negeriku, Negerimu dan Negeri Kita
Politik kotor membawamu dalam keterpurukan
Pejabat tidak normal mewarnai  peta politik
Negeriku, Negerimu dan negeri Kita
Lembaga penegak  etika
Dirundung krisis etika dan ketidakpercayaan
Lembaga penegak keamanan
Dirundung gagap dalam menghadapi kejahatan dirumah  sendiri
Lembaga pengurus rakyat
Dirundung kegelisahan  dan gerah dengan KPK
Karena korupsi menjadi bagian  dari Pekerjaan anggota dewan
wahai kau yang sedang berkoar menebar janji-janji
tuk cairkan hati merah putih bangsa ini
cukup 4 tahun kau dapat hancur bangkitkan tanah emas ini
Kami butuh Bukti bukan Janji.

Sebuah Puisi untukmu 
Apakah dunia masih tersenyum kepada mentari
Apa laut masih menghanyutkan pasir
melihat kehidupan begitu mengering
Aku ingin terbang
Tak ingin tak nyata
Hanya ingin semua fatamorgana
Semua jeritan itu bisik mereka
Bisik yang tak mampu menahan gersangan hidup
Wahai para pendawa bangsa
Lihat dan rasakan tangis hati mereka 
Bisakah semua kau perbaiki
Meski tak semudah membalikkan telapak tanganmu
Tangis darah akan tumpah
Jika air jernih tak kau tuang di negeri ini
Maukah kau kami sebut harmoni
yang hanya merdu untuk kau dengar tak untuk kami

0 komentar:

Posting Komentar